Nahas, Jari Bayi Ini Terputus Digigit Kelinci Tak Bisa Disambung Lagi

Read Time:2 Minute, 26 Second

warriorweeknow, Jakarta Merawat anak memang memerlukan perhatian khusus. Ibarat kamera pengintai, orang tua perlu mewaspadai apa yang dilakukan anak. Tidak terdengar seperti kisah seorang anak yang jarinya harus diamputasi karena digigit kelinci. Meski terlihat seperti binatang yang menggemaskan, gigi kelinci yang tajam bisa berakibat fatal bagi anak-anak.

Sebuah insiden yang mengejutkan internet datang dari wilayah Lixin di provinsi Anhui, Tiongkok Timur. Nini, seorang anak berusia 11 bulan, mengalami peristiwa traumatis saat jari telunjuk kanannya digigit kelinci peliharaan. Kejadian yang terlihat biasa saja berubah menjadi cerita yang meresahkan.

Tanggal 27 Februari 2024 akan selamanya membekas di hati keluarga Nini. Saat orang tua Nini meninggalkan rumah untuk bekerja, anak tersebut diasuh oleh ibunya, Jiang. Saat Jiang sedang sibuk di dapur, dia kebetulan mengunjungi kandang kelinci yang disukai Nini, yang baru saja belajar berjalan.

Mungkin karena penasaran, Nini menjentikkan jarinya. Namun, yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan. Kelinci itu dengan cepat menggigit jari kelingking Nini sehingga menimbulkan darah kental dan berdarah. Meski ada prosedur dokter untuk memasang kembali jari anak, namun tidak bagi Nini.

Senin (18/3/2024).

Jiang, ibu yang terkejut, melihat pemandangan itu dengan tidak percaya. Jarinya terluka parah dan anak malang itu menangis dengan keras. Jiang segera menghubungi orang tua Nie dan memberitahu mereka tentang tragedi yang baru saja terjadi.

Kaget sekaligus bingung, pihak keluarga langsung membawa Nick ke rumah sakit terdekat. Namun, dokter di sana menyarankan untuk membawa Nini ke Rumah Sakit Rakyat Fu Yanggan, karena mereka memiliki fasilitas yang lebih baik untuk menangani kasus tersebut.

Namun waktu menjadi musuh besar dalam perjuangan menyelamatkan jari Nini. Meski dokter mengatakan operasi harus dilakukan dalam waktu delapan jam setelah kejadian, namun perjalanan menuju rumah sakit terganggu karena kemacetan lalu lintas.

Karena khawatir, Jiang memutuskan untuk mencari bantuan dari polisi lalu lintas setempat. Polisi lalu lintas segera membantu keluarga Nini melewati kemacetan dan mempersingkat perjalanan dari 40 menit menjadi 18 menit.

Untungnya, berkat kecepatan dan kerja sama polisi, Nini akhirnya sampai di Rumah Sakit Rakyat Fu Yang tepat waktu. Namun harapan Nini untuk menyambung kembali jarinya pupus. Bagian jari yang terputus tidak ditemukan, sehingga dokter tidak bisa melakukan operasi.

Sebagai catatan, dokter bersikeras bahwa dalam kasus seperti itu, bagian tubuh yang diangkat harus diawetkan dengan baik untuk operasi selanjutnya. Namun yang membuat mereka cemas dan takut, keluarga Nini tidak dapat menemukan jari yang hilang tersebut.

Kisah tersebut mengejutkan dan membuat sedih masyarakat. Sebuah video yang diposting online menunjukkan polisi lalu lintas membawa keluarga Nini ke rumah sakit, Nini menangis tersedu-sedu. Kisah ini juga menjadi viral di platform media sosial Dwayne, menarik lebih dari 20.000 komentar yang menyatakan dukungan dan simpati kepada Nini dan keluarganya.

Kisah ini bukan sekedar tragedi kecil yang melibatkan seorang anak. Namun demikian, menjadi pelajaran bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya. Semoga Nini mendapat kesembuhan yang baik, dan semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi anak meski dalam situasi yang tidak terduga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Freeport Setor Rp 3,35 Triliun kepada Pemprov Papua Tengah
Next post Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 1,211 Juta per Gram