Jepang Resesi, Kemenkeu akan Kaji Ulang Penerbitan Samurai Bond

Read Time:1 Minute, 7 Second

warriorweeknow, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti resesi yang terjadi di Jepang. Kementerian juga mempertimbangkan penerbitan surat utang Samurai Bond.

“Apakah kami akan terus menerbitkan obligasi Samurai? Tentu saja dalam hal ini kami akan mempertimbangkan kebutuhan dan perubahan kondisi perekonomian dan pasar keuangan Jepang,” kata Direktur Jenderal Departemen Pembiayaan dan Manajemen Risiko Jepang. Menteri Keuangan. , Suminto, dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/2/2024).

Perlu diketahui bahwa obligasi Samurai adalah surat utang dalam mata uang yen Jepang. Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PSB), Kementerian Keuangan mengaku akan sangat memperhatikan kondisi perekonomian di dalam dan luar negeri.

“Kita akan benar-benar beradaptasi dengan apa yang terjadi. Misalnya dengan perubahan perekonomian Jepang seperti dulu, apakah kita akan menerbitkan Samurai bond? Tentu kita akan terus memperhatikannya,” ujarnya.

Penerbitan obligasi samurai merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mencari alternatif pembiayaan. Tercatat hingga Januari 2024, pemerintah telah menghimpun utang baru sebanyak 107,6 triliun, salah satunya dari penerbitan surat berharga negara (SBN).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazar bereaksi terhadap krisis Jepang. Menurut dia, indikator perekonomian Negeri Sakura sebesar minus 0,8 persen pada kuartal III 2023 dan minus 0,1 persen pada kuartal IV 2023.

Swahasil mengatakan Inggris juga sedang mengalami masa rehat sehingga hal ini juga menjadi perhatian pemerintah. “Ada harapan penurunan di Jepang dan Inggris hanya bersifat sementara,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post RSCM Kembali Sukses Lakukan Transplantasi Hati pada Pasien Dewasa
Next post Freeport Setor Rp 3,35 Triliun kepada Pemprov Papua Tengah