0 0
Ferien Job di Jerman, Apa Bedanya dengan Magang Versi Kemendikbudristek? - PORTAL BERITA

Ferien Job di Jerman, Apa Bedanya dengan Magang Versi Kemendikbudristek?

Read Time:1 Minute, 25 Second

warriorweeknow, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudrtek) memastikan program magang pengantaran mahasiswa ke Jerman bukan merupakan program Kampus Belajar Merdeka (MBKM). Perihal dugaan kegiatan kriminal (TPO) perdagangan manusia yang melibatkan 1.900 mahasiswa magang di Jerman.

“Ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan program MBKM yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Kiki Iuliati, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam rapat kerja dengan DPR RI di Jakarta (Raker ), Rabu (3/4/2024).

Kerja libur diatur dalam Pasal 14 (2) Undang-undang Ketenagakerjaan Jerman, yaitu hanya dilaksanakan pada saat libur semester resmi atau libur semester resmi dengan kerja manual, yaitu kerja manual. Pekerjaan Ferien juga tidak berhubungan dengan dunia akademis, karena bertujuan untuk mengisi kekurangan pekerjaan fisik di Jerman dan hanya untuk mengisi masa liburan semester mahasiswa.

Hal ini, lanjut Kiki, menunjukkan bahwa fokus penyeberangan bukan mencari pengalaman budaya dan penguasaan keterampilan berbahasa. Karena jika siswa mengikuti feri, mereka harus memiliki kemampuan komunikasi dan juga kemampuan bahasa Jerman.

Masa kerja maksimal di kapal feri adalah 90 hari dalam jangka waktu 12 bulan selama libur semester resmi negara tersebut. Kiki mengatakan, masa jabatannya tidak bisa diperpanjang.

Kiki memastikan, fakta mengenai penyeberangan tersebut sama sekali tidak terkait dengan magang dan bukan program MBKM yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dijelaskannya, magang yang termasuk dalam program MBKM dilaksanakan pada semester berjalan dan bukan pada hari libur, karena harus memberikan kontribusi terhadap nilai atau kinerja akademik mahasiswa.

Selain itu, magang di MBKM hendaknya berkaitan dengan kajian yang memperkuat kompetensi mahasiswa peserta kurikulum. Meski tidak sama, namun harus diselaraskan untuk meningkatkan pembelajaran di kampus.

“Ini pembelajaran secara langsung, sehingga pekerjaan yang sifatnya fisik (seperti kapal feri) otomatis seringkali tidak cocok untuk MBKM,” kata Kiki.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %