Daihatsu Pastikan Pulih dari Skandal pada Akhir 2024

Read Time:1 Minute, 34 Second

warriorweeknow, Tokyo – Unit mobil kompak Toyota Daihatsu mengumumkan keputusannya untuk menghentikan uji tabrak di pabrik Jepang pada akhir tahun 2024. Perusahaan akan segera pulih dan akan melanjutkan produksi mobilnya sendiri secara penuh dan efisien pada akhir tahun 2024. perkembangan.

Keputusan tersebut diumumkan oleh presiden baru Daihatsu, Masahiro Inoue, yang baru diangkat pada Maret lalu dan mengundurkan diri dari jabatan lamanya sebagai CEO Toyota Amerika Latin. “Kami berharap dapat melanjutkannya sesegera mungkin pada akhir tahun ini setelah kami mengambil langkah-langkah untuk mencegah terulangnya (masalah sertifikasi uji keselamatan),” kata Inoue, Kamis (25 April 2024), menurut Reuters.

Inou mengungkapkan bahwa rencana tersebut mencakup kemungkinan perubahan kecil pada model, yang mungkin akan segera terjadi.

Tahun lalu, Daihatsu terlibat dalam skandal kecurangan uji keselamatan yang melibatkan sekitar 88.000 mobil kompak di 64 model, 22 di antaranya dijual dengan merek Toyota. Sekarang semua kecuali satu model Daihatsu telah dipastikan memenuhi standar dan pengiriman telah dilanjutkan.

Skandal Jepang sebelumnya juga berdampak pada ekspor produsen Toyota Daihatsu Indonesia, Astra Daihatsu Motor (ADM), Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Namun, proses pengiriman model Indonesia telah berjalan normal sejak 22 Desember tahun lalu karena telah mengikuti peraturan dan proses persetujuan negara tersebut.

Di bawah kepemimpinan presiden baru yang didatangkan dari Toyota Amerika Latin, penargetan Daihatsu terhadap pasar negara berkembang tampaknya juga fokus pada peluang di Amerika Latin dan Afrika.

“Pasar negara berkembang sangat bagus bagi kami, seperti halnya melakukan fastball di tengah zona pemogokan,” katanya kepada wartawan dalam pertemuan tanggal 22 April, seperti dikutip oleh Reuters.

“Amerika Selatan dan Afrika adalah pasar yang harus menjadi fokus pembangunan dalam sepuluh tahun ke depan.”

Sementara itu, berkat mergernya Toyota Motor Asia Pacific (TMAP) Singapura dan Toyota Daihatsu Engineering and Manufacturing (TDEM) Thailand, Toyota Motor Asia terus mendukung 16 pasar yaitu Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos China. , Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor Timur dan Vietnam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Peningkatan Keamanan Siber di Sektor Keuangan: Sertifikasi Sebagai Langkah Proaktif Hadapi Ancaman
Next post Fakta-fakta Tamara Tyasmara dan Pacar Survei ke Kolam Renang Tempat Dante Tewas Seminggu Sebelumnya