Bakal Rights Issue, Ini Penjelasan WIKA

Read Time:2 Minute, 27 Second

warriorweeknow, Jakarta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menambah modal dengan memberikan hak pra-persetujuan II sebanyak-banyaknya 46,81 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, harga pelaksanaan penerbitan saham baru tersebut ditetapkan sebesar Rp197 per saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 83,92% saham perseroan. Dengan demikian, nilai right issue-nya maksimal Rp 9,22 triliun.

Mengomentari right issue tersebut, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menjelaskan, pemegang saham eksisting, khususnya pemegang saham kecil, sudah menunjukkan minatnya.

“Dari institusi, ada beberapa lembaga seperti dana pensiun, mereka punya aturan tidak boleh menjaminkan perusahaan yang kapitalisasi pasarnya kurang dari Rp 5 triliun, tapi tidak demikian halnya dengan ritel,” jelas Mahendra dalam temu media. , Selasa (2 April 2024).

Mahendra menambahkan, right issue tersebut tidak akan terserap 100 persen karena status sahamnya masih beredar. Menurut Mahendra, hal ini membuat fund manager tidak bisa memanfaatkannya.

“Dengan kondisi ini bisa dikatakan kita serahkan pada pasar, yang jelas PNM akan terserap semua, yang penting bagi kita bagaimana PMN bisa terserap maksimal,” jelasnya.

Dalam rangka penyelesaian Proyek Strategi Nasional (PSN), pemerintah memberikan tambahan modal untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sehubungan dengan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) untuk memberikan tambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada Vijaya Kariya senilai Rp 6 triliun.

Kementerian BUMN berencana menggabungkan BUMN Bidang Infrastruktur atau BUMN Karya. Nantinya, beberapa perusahaan akan dimerger sehingga hanya menyisakan 3 BUMN.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Jenderal PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Mahendra Wijaya menjelaskan, perseroan akan mengikuti dan mendukung instruksi Kementerian BUMN.

“Kami hanya mengikuti instruksi Kementerian BUMN, mereka sudah mengevaluasi rencananya. Kami mengikuti instruksi Kementerian dan mendukung apa pun,” jelas Mahendra saat jumpa media, Selasa (4/02/2024).

Meski begitu, Mahendra mengatakan perseroan akan mempersiapkan diri dari sisi sistem dan manajemen agar seluruh proses dapat berjalan lancar jika terjadi merger atau proyek apa pun oleh pemerintah.

Mahendra menambahkan, belum ada pengaturan detail mengenai rencana tersebut. Menurut dia, seluruh proses dan pelaksanaannya akan diserahkan kepada kementerian.

“Kami yakin Kementerian BUMN akan melakukan yang terbaik. Selain itu, dengan adanya PMN, likuiditas perusahaan akan lebih baik dan permodalan akan semakin kuat,” tutupnya.

Menteri BUMN Eric Thohir akan melakukan 3 merger, yakni yang pertama merger PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kedua, niat Brantas dan penggabungan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan perbuatan yang melanggar. Ketiga, menggabungkan PT Pembangunan Perumahan (Persero) atau PTPP dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Eric menjelaskan masing-masing tugas yang dilakukan oleh 3 kelompok BUMN Karya tersebut. Secara khusus, HK dan Waskita akan fokus pada jalan tol, non tol, gedung institusi, dan tempat komersial.

Sedangkan Wika, PP dan Adhi Kariya tidak akan beroperasi di sektor yang sudah dikuasai HK-Wasketa. Namun, mereka masing-masing mempunyai keahliannya masing-masing.

Setelah ini, BUMN Adhi Karya-Nindya Karya akan fokus menggarap sektor Engineering, Procurement, Construction (EPC). Dia akan berspesialisasi dalam infrastruktur air, kereta api dan banyak lagi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 5 Negara yang Berbatasan Langsung dengan Israel, Mayoritas Negara Muslim
Next post SpaceX Siap Lakukan Misi Pendaratan Bulan di Hari Valentine