Ada Obat atau Terapi Baru yang Menjanjikan, Kapan Boleh Diberikan kepada Pasien?

Read Time:58 Second

warriorweeknow, JAKARTA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan setiap dokter harus mengutamakan keselamatan pasien dalam menjalankan tugas profesionalnya. Dokter wajib memberikan pelayanan profesional berdasarkan bukti ilmiah yang diterima sah (evidence based Medicine).

“Pengobatan berbasis bukti diberikan melalui proses panjang uji ilmiah yang terstruktur, terukur, dan terukur untuk membantu kesembuhan pasien,” kata Mohammad Adib Humaidi, Direktur Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI).

Bagaimana jika ada obat atau pengobatan baru yang dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit tersebut? Adib menegaskan, obat atau obat ini baru bisa diberikan kepada pasien setelah dilakukan penelitian yang menunjukkan efektif dan efektif dalam pengobatan.

“Inilah prinsip dasar dalam melakukan pengobatan berbasis bukti,” jelas Adib.

Pada Sabtu (2/3/2024), IDI menyelenggarakan lokakarya etika kedokteran dengan topik “Dilema Kedokteran dan Penelitian Berbasis Pelayanan” untuk menekankan permasalahan etika dalam profesi kedokteran. Pelatihan etika dinilai penting dalam rangka penguatan etika dalam profesi kedokteran.

Adib mengatakan pada hari Sabtu: “Perilaku profesional diperlukan di bidang pelayanan kesehatan untuk melindungi masyarakat”.

Adib menjelaskan, dalam pelayanan kesehatan, etika kedokteran menjadi landasan yang harus dijaga. Pelayanan yang berdasarkan bukti ilmiah dan dilakukan oleh dokter dengan kemampuan terbaiknya, dengan tetap memperhatikan etika profesi, merupakan jaminan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Xiaomi Redmi Pad Siap Menuju di Filipina, Kapan Masuk Indonesia?
Next post Huawei Kembangkan Teknologi Baru Sensor Fingerprint